Mondae, 13th August 2007.
Pagi ini rasanya jauh lebih males berangkat ke kantor. Alarm sesi pertama pada jam 5 pagi, hanya cukup membuatku bangun untuk berterima kasih pada Allah atas nafas yang masih kumiliki. Haahh,,, DAMN! Kemeja putihku belum ada satu pun yang rapi!! Jadi terpaksa,,, musti membuang beberapa menit buat nyetrika. Huaaamm,,, sisa ngantuk yang semalem- karena aku tidur jam 1 pagi- berasa banget di mata. Aku berdayakan si Pinky menjadi alarm,,, aku tidur lagi sampai akhirnya jam 06.15 pagi- alarm sesi kedua mundur 15 menit. Terpaksa,,, terpaksa,,, aku harus bangun,,, dan mandi,,, itz my time limit,,, karena dah mepet,,, akhirna merogoh kocek 5 ribu rupiah buat naik bajaj dengan tentengan berbeban lumayan di tanganku.
– semalam ——————————————————————
Mempersiapkan diri buat presentasi senin ini. Last examination. Satu presentasi yang bakal sangat menentukan, i think. Jadi aku belajar,,, meski selalu diselingin macem. Kayak SMS- an ma Adeth, yang sama2 pusyiang n gak mudheng. Trus tiba2 jam 10 malem aku ketiduran- me, sleepy head tewas juga- dan kaget terbangun pas Bapak n Adeth telepon. Udah jam 11 rupanya,,, pengen lanjut belajar lagi,,, tapi,,, mu telepon aahh,,, akhirnya aku telepon Papa Lunna. Huehehe,,, pulsanya dikit euy, jadi cuma bisa bentaran. Tapi Papa Lunna baik deehh,,,
Seneng banget bisa baikan lagih,,, Beberapa menit sesudahnya, lum bisa juga balik fokus ke belajar,,,
Jadi, aku ganti simcard,,, try to call si Jurnalis. Hiks, no answer,,, sampai akhirnya aku mulai belajar lagih,,, ditemenin Papa Lunna di jauh sana,,, makasi ya Pap!
——————————————————————————–
I love you, Om,,,
Presentasi yang paling mendebarkan segera dimulai. Ada yang di luar skenario, ada yang gak sesuai dengan harapan. Sangat sedikit. Hanya sebagian kecil. Karena secara keseluruhan,,, ini bukanlah sebuah presentasi yang menakutkan. Melainkan sebuah kebahagiaan,,, betapa bersyukur karena semua terlewati dengan manis,,, tinggal menunggu hasil,,,
Legaaaaa!!! Rasanya benar2 legaaaaa,,,
Yang terjadi gak seperti sebuah ujian akhir buatku- buat kami- karena ini lebih mirip sebagai sebuah pengarahan. A discuss, a sharing knowledge,,, waaaa,,, senengnya,,,
Tapi sisi sedihnya adalah,,, Pimpinan Direktorat Pengawasan Bank 2- Bapak Rusli Simanjuntak- musti pindah jadi PBI di KBI Surabaya. Gemana gak sedih,,, terutama menurutku,,, si Bapak lah yang bikin aku lolos masuk BI- secara beliau lah yang jadi pewawancaraku, Bapak lah yang membuat suasana presentasi mencair penuh tawa dan kekeluargaan,,, Bapak yang keras, tegas tapi lembut dalam penyampaian,,,
Hmm,,, I love you,
Om
,,,
I mean,,, aku sangat menghormati si Bapak ini,,,
To Mami Adeth, Bronche Mamosh, Kakek Magfur, Teteh Nda, dan Aa Helmy:
Finally yaw,,, finally selese juga,,, paper yang sempet bikin kita berada pada suasana yang kurang menyenangkan,,, hasilnya gak mengalami penolakan,,, gak menjadi sebuah masalah,,, dan kita berhasil melewatinya dengan indah,,,
sepakat kan, kalu masing2 dari kita bilang,,, I love you, Om! Hmm,,, siapa yaa yang mungkin akan ikut ke Surabaya?
Great job, dear! Kompak teyus yaa,,,
Pesan penting yang ingin disampaikan cerita hari ini adalah,,,
– free your head from worries –
Bahwa semua kekhawatiran yang berlebihan,,, hanya akan memperburuk ketakutan,,, karena belum tentu akan terjadi,,,
I love you Om,,,
Kami akan memberikan yang terbaik untuk DPB 2,,,